Rabu, 23 Februari 2011

Unknown | di 00.03




Liputan6.com, Jakarta: Ratusan orang dari berbagai daerah terus berdatangan ke kawasan Senayan, Jakarta. Mereka akan menggelar aksi unjuk rasa menuntut Nurdin Halid lengser dari posisi calon ketua umum PSSI periode mendatang. Ratusan orang ini nekat datang meski harus menginap di langit terbuka di kawasan Senayan.

Untuk beberapa saat, dengan waktu yang belum ditentukan, kawasan Senayan menjadi pemukiman umum. Ratusan manusia dari berbagai daerah datang dengan tujuan mendemo Nurdin Halid.

Sekitar Parkir Timur, ratusan warga Bojonegoro dari Jawa Timur dan warga Bojonegoro yang tinggal di Jakarta dan tergabung dalam klub sepakbola Boromania

menginap. Sejak datang, hamparan rumput menjadi alas tidur mereka, sementara sebagian tidur di dalam bus. Ibu Sarpingah ini salah satunya, datang bersama anaknya meski bingung mengapa ia sampai di Jakarta.

Masih di bagian lain di kawasan Senanyan, lebih dekat ke masjid, empat bus di parkir. Ratusan warga Yogyakarta ini mengaku sebagai pecinta bola seperti yang lainya. Mereka datang ke Jakarta untuk mendemo Nurdin Halid. Atas biaya sponsor, ia dan ratusan warga Yogyakarta lain akan tetap menginap sampai Nurdin lengser dari pencalonan bursa ketua umum PSSI.

Ratusan orang yang terus berdatangan ke Senayan ini bagian dari rasa kecewa pecinta bola atas kepemimpinan Nurdin Halid dan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta sebagai bakal calon ketua umum PSSI. Hari ini sedikitnya 12 bus dari Bonek Jawa Timur juga akan tiba di Jakarta.(MEL)

Unknown | di 00.01



Liputan6.com, Jakarta: Ratusan gabungan suporter sepakbola seluruh Indonesia telah bersiap untuk melakukan unjuk rasa di depan kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Gelora Senayan. Unjuk rasa yang akan dimulai pada pukul 11.30 WIB ini meminta agar Ketua PSSI Nurdin Halid mundur dari jabatannya dan dari bursa calon ketua PSSI periode mendatang.

Para suporter ini juga telah mendirikan tenda sebagai "Posko Revolusi PSSI". Tenda itu terletak di depan kantor PSSI, Senayan,�Jakarta, Rabu (23/2)..

Menurut Rubi Adeyana, Koordinator Lapangan Aliansi Suporter Indonesia, target mereka sekitar 15 ribuan suporter akan berorasi meminta PSSI segera membenahi diri. "Kita akan menyampaikan pendapat dan berorasi sampai Nurdin Halid turun," kata Rubi di depan gedung PSSI.

Rubi juga mengatakan, saat ini ratusan supoter ini sedang menunggu kedatangan ribuan suporter dari beberapa daerah. "Kita menunggu kawan-kawan dari daerah, Semarang sekitar 500, ribuan suporter Surabaya, 1-2 jam lagi sampai Jakarta dan seribuan suporter dari Tangerang. Mereka sedang long march dari Tangerang menuju kesini," tuturnya.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kantor PSSI yang terletak di sektor 21 Gelora Bung Karno ini tidak ada aktivitas sama sekali. Hanya beberapa petugas kepolisian yang berjaga di depan kantor PSSI ini. Selain itu, disiapkan juga satu unit mobil taktis Barracuda dan beberap anjing anti huru-hara di depan kantor PSSI ini. (MEL)
Selasa, 22 Februari 2011
Kamis, 17 Februari 2011 Rabu, 09 Februari 2011

Unknown | di 01.38

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Arifin Panigoro
TERKAIT

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejanggalan mengenai lima suara dukungan yang hilang dari seratus suara sah terhadap bakal calon ketua umum PSSI dan wakil ketua PSSI periode 2011-2015 terkuak. Lima suara yang hilang tersebut ternyata memberikan dukungan kepada Arifin Panigoro sebagai ketua umum dan George Toisutta sebagai wakil ketua umum.
Dalam jumpa pers mengenai bakal calon (balon) ketua umum PSSI yang diumumkan tanpa kesempatan tanya-jawab bagi wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Minggu (6/2/2011), Sekjen PSSI Nugraha Besoes menjelaskan, dari 100 pemilik suara sah, hanya 95 pemilik suara yang mengajukan balon ketua umum. Dari 95 pemilik suara, Nurdin Halid diusulkan 81 anggota, Goerge Toisutta dicalonkan 12 anggota, dan Nirwan Bakrie yang diusulkan dua anggota.
Lenyapnya lima suara tersebut menjadi sebuah kejanggalan. Lima suara yang hilang tersebut ternyata milik PSSI Nusa Tenggara Barat, Pengprov PSSI Jambi, PS Bungo (Divisi I), PS Sumbawa (Divisi I), dan PS Sumbawa Barat (Divisi I) yang semuanya mencalonkan nama penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro sebagai ketua umum dan KSAD Jenderal TNI George Toisutta sebagai wakil ketua umum.
Dengan tidak disebutkan nama Arifin sebagai salah satu balon ketua umum PSSI, maka dia gagal mengajukan diri sebagai calon ketua umum pada kongres pemilihan di Pulau Bintan pada 19 Maret mendatang. Ketua Umum Pengprov NTB Syamsul Lutfi tegas mempertanyakan suara miliknya yang hilang dari tim verifikasi. Syamsul telah menyerahkan formulir dukungan kepada Sekretariat PSSI pada 4 Februari lalu.
"Saya sudah mengirimkan formulir dukungan itu bersama beberapa anggota yang lain yang mendukung Pak Arifin. Inilah yang saya pertanyakan. Ada sesuatu di PSSI itu," ungkap Syamsul saat dihubungi wartawan, Selasa (8/2/2011) malam.
Syamsul juga memastikan bahwa secara sah dia sudah menandatangani surat dukungan itu. "Surat sudah dimasukkan ke PSSI pada 4 Februari dan diterima staf PSSI, Farina, Jumat (4/2/2011) sore. Kami bahkan memiliki bukti tanda terima formulir yang diberikan ke PSSI," beber Syamsul.
Terkait permasalahan ini, anggota tim verifikasi Gusti Randa mengungkapkan, tim masih melakukan seleksi administratif sehingga tidak yakin ada surat dukungan yang hilang. Namun, Gusti tidak menampik bahwa surat dukungan bisa digugurkan oleh bagian Kesekjenan.
"Pengertiannya bukan hilang. Kalau hilang pengertiannya negatif. Ini kan belum kelar verifikasi administratif. Kalau hilang, maka kami minta. Yang kami jaga bukan hilangnya, melainkan sah atau tidaknya dokumen tersebut. Katakan memang diusulkan oleh pengprov, tapi tiba-tiba mungkin tergugurkan oleh Kesekjenan, itu namanya bukan hilang. Mungkin sudah prosedurnya di data sehingga digugurkan. Kalau memang hilang, kami pasti akan meminta back-up formulir pendaftaran ke pengprov. Kalau memang sudah memasukkan, maka pasti akan tercatat. Nanti kami bikin remark, apakah digugurkan itu karena tanda tangan tidak sesuai atau bagaimana," ucap Gusti.
Gusti menjelaskan, pengprov yang mengaku formulir pencalonannya hilang dianggap PSSI tidak memasukkan nama karena hingga akhir penutupan pencalonan, PSSI mengaku tidak menerima formulir mereka.
"Ketika Sekjen mengirimkan surat yang enam minggu itu, mereka tidak memberikan kembali formulir. Kalau tidak memberikan kembali, itu bisa persoalan teknis. Kalau mereka keberatan, misalnya, bisa kita cek, masalahnya di mana. Apa karena transportasi pengiriman atau apa. Apakah dikirim setelah pendaftaran ditutup? Namun, jika sudah sampai ke kami sebelum waktu tutup, maka sudah tercatat, jadi kami bisa minta back-up," papar Gusti.
Namun, menurut Gusti, sejauh ini belum ada pengprov yang melakukan protes ke PSSI terkait masalah tersebut. "Sejauh ini tidak ada protes," tambahnya.
Lebih lanjut, Gusti tidak memungkiri bahwa calon ketua umum bisa bertambah bila surat dukungan dikirim sebelum penutupan pendaftaran bursa ketua umum pada Minggu (6/2/2011) pukul 00.00 WIB. "Kalau sudah ditutup, mereka bilang sudah dikirim, berarti enggak bisa. Namun, kalau surat tersebut sudah sampai dan ternyata hilang, berarti sudah tercatat dan sudah masuk. Kami bisa minta back-up," tutup Gusti.
Sabtu, 05 Februari 2011

Unknown | di 23.23

Ilustrasi
SAMPANG, KOMPAS.com — Ajaib dan misterius. Seekor anak sapi di Sampang, Madura, terlahir dengan kondisi kepalanya mirip kepala manusia.

Menurut Narto, petani pemilik sapi warga Desa Sumber, Kecamatan Tambelangan, di Sampang, Kamis (18/2/2010), anak sapi berkelamin jantan ini berkepala bundar, berdahi, lengkap dengan pusar kepala dan bulu di sekitar kepala berwarna hitam, layaknya rambut kepala manusia.

Anak sapi yang lahir pada Senin dini hari itu tidak mau makan rumput layaknya anak sapi pada biasanya, tetapi hanya makan makanan yang biasa dimakan oleh manusia.
Kamis, 03 Februari 2011

Unknown | di 01.24


snap-shot.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan Yayasan New7wonders (N7W) mengancam Indonesia dalam kompetisi tujuh keajaiban dunia. N7W, kata Jero, mengancam akan menghilangkan komodo dalam kompetisi tujuh keajaiban dunia jika Indonesia tak mau jadi tuan rumah. "Saya jawab, suratnya sudah saya jawab. Kita tidak bersedia jadi tuan rumah karena mahal," kata dia usai mengikuti sidang paripurna kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/2).

Unknown | di 01.20

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementrian Luar Negeri masih terus melakukan verifikasi mengenai kabar dugaan meninggalnya salah seorang warga Indonesia di Mesir. Kementrian masih terus mencari informasi tersebut hingga ke KBRI di Kairo, Mesir. “Sedang diverifikasi,” ujar juru bicara Kementrian Luar Negeri, Kusuma Habir, kepada TEMPO, Kamis (3/2)

Comments List